Rabu, 23 Maret 2016

Hasil Investigasi Kuasa Hukum Keluarga Siyono



Ada beberapa catatan penting saya ttg kasus meninggalnya Siyono:

1. 8/3, Siyono dibawa dari masjid setelah mengimami sholat maghrib. Tanpa surat penangkapan dan tanpa satu katapun kepada keluarganya meski keluarganya masih di masjid tsb.

2. 10/3, 20an mobil dan 2 regu polisi bersenjata laras panjang datang ke rumah Siyono untuk melakukan penggeladahan pada saat kbm TK sedang berlangsung, shg membuat ketakutan siswa2 dan ibu2nya.

3. 11/3, 14.30, aparat desa datang memberitahu Suratmi, isteri Siyono, kalo mau menengok Siyono harus berangkat saat itu ke Jkt. Berangkat dg 2 mobil. Sampai di hotel Live expert Kramatjati 02.30, 12/3.
Pagi didatangi 5 polwan tanpa seragam, memberi tahu bhw Siyono telah meninggal karena perkelahian dg petugas. Disuruh ttd akta kematian dan berita acara serah terima jenazah.

Diberi kesempatan untuk melihat wajah Siyono, tapi ketika akan mendekat ke wajah Siyono ditahan oleh para polwan.
Polwan menyerahkan 2 bungkus uang setebal @ 15 cm, utk mengurus pemakaman dan biaya anak2. Hingga sekarang belum dibuka.

4. 15.00, 12/3, rombongan jenazah berangkat dari Jakarta. Dipesan agar jenazah tidak usah dibuka, disholatkan langsung dikuburkan.

5. 23.00, saya menerima kuasa dari, Marso Piyono, ayah Siyono, untuk mengurus agar jenazah bisa diganti kain kafan yang disediakan olehnya dari hasil kerja halal.

24.00, terjadi debat via telpon antara saya dg Wagiyono, kakak Siyono, yang ikut dalam mobil ambulan. Nampaknya dia ditekan agar jenazah langsung dikubur tanpa penggantian kain kafan.

6. 00.30, 13/3, terjadi ketegangan antara pelayat dan dalmas yang datang ke rumah Siyono. Sehingga ambulan tdk bisa masuk.

7. 02.00, ambulan masuk dengan hening. Bbrp saksi yang dilihat adalah kereta kuda dengan aroma wangi. Langsung berhenti di depan rumah bukan di masjid.
Dg lancar jenazah dibawa ke rumah.

Penggantian kain kafan dilakukan. Ada upaya dari Wagiyono utk segera menutup jenazah dan pengacara yang dibawa dari Jkt berusaha mengusir pihak2 yang akan mengambil gambar.
Allah berkehendak lain, bagian muka, kepala, dan kaki dapat diabadikan.
a. Mata kanan kiri lebam,
b. pipi atas hingga dari tengah hitam,
c. kepala belakang berdarah, kaki kanan kiri lebam bengkak dari paha hingga mata kaki,
d. telapak kaki kiri lebam,
e. kuku jempol kaki kiri hampir copot.

8. 18/3 - 19/3, keluarga diminta tanda tangan surat yang isinya: mengikhlaskan kematian Siyono, tidak akan menuntut polisi secara hukum, tidak ingin diautopsi. Ayah dan 2 kakak Siyono ttd. Istrinya belum mau ttd karena ingin istikhoroh dulu. 2 anak Siyono yang masih kecil sering ngigau, "Abi embak, abi embak"

Saat ini istri Siyono pergi ke rumah saudaranya untuk menenangkan diri.

9. 21/3 komnas HAM menurunkan ibu Siane untuk investigasi resmi.

10. 22/3 di PP Muhammadiyah rapat koordinasi antar komnas HAM, Kontras dan PPM (Prof Busro dan prof Syafi'i Maarif) dalam penangungkapan kasus Siyono. Muhammadiyah terlibat dalam penanganan kasus Siyono secara resmi.

Saya telah menangani banyak kasus, namun baru kali ini orang yang sudah meninggal dg status terduga teroris bahkan kadiv humas mengatakan, Siyono adalah pentolan teroris, orang desa, orang tidak pernah kenal sebelumnya, tapi justru mendapat perhatian dan pembelaan yang luar biasa dari berbagai lapisan masyarakat.

Bahkan hingga sekarang majelis2 taklim masih berduyun-duyun kerumahnya. Bbrp ormas menyiapkan beasiswa dan bea hidup untuk anak-anaknya hingga dewasa.
Saya mencoba mencari-cari jawabannya.
Konon ceritanya Siyono masih keturunan SUNAN PANDANARAN.

Salam hormat saya,
Sri Kalono,
Penasehat Hukum keluarga Siyono
(Copas dari Group WA Komunitas Nahi Munkar Surakarta, KONAS pada hari Rabu, 23 Maret 2016)





Kajian Bahasa Arab Durusul Lughah Jilid 1 - Bab Ke- satu - Ust Sidratul Muntaha, Lc

Kajian ini dilaksanakan pada hari Selasa, 22 Maret 2016 di masjid Thoyyibah. Pada pertemuan pertama ini membahas tentang 'hadzaa', tamrin (latihan) dan pengenalan beberapa kosakata sederhana. Bagaimana metode pembelajarannya? silakan simak video berikut ini, semoga bermanfaat.


Selasa, 22 Maret 2016

PROGRAM TAHFIDZ PONPES SBH (SAUBARI BENING HATI)

Pondok pesantren tahfidz al Quran Saubari Bening Hati merupakan Pondok pesantren penghafal al Quran yang memberikan banyak fasilitas gratis untuk para santrinya. Diasuh oleh ustadz yang mumpuni dalam ilmu al Quran, seperti Ustadz Rusmanto al Hafidz.

Banyak cara untuk memulai menghafal al Quran al Karim, disela-sela kesibukannya, beliau menuturkan. Yang perlu dilakukan ialah :
1. Luruskan niat, ikhlas hanya karena Alloh Ta'aala. Selalu kuat azzam (tekat bulat) untuk menghafal al Quran sebagai wasilah berdzikir sebanyak-banyaknya kepada Alloh Ta'aala. karena memang seperti itu yang dilakukan oleh Rasulullah Saw. Beliau senantiasa berdzikir dengan membaca al Quran siang dan malam, meski ada dzikir-dzikir lain yang disunnahkan.
Pada poin ini, kita juga dianjurkan untuk merubah cara pandang kita tentang menghafal. Kegiatan menghafal al Quran ini bukan suatu pekerjaan yang bila telah tercapai atau selesai terus berhenti, melainkan mindset  kita rubah bahwa kegiatan menghafal merupakan bentuk memperbanyak kegiatan tilawah al Quran kita. Kita baca kitabullah sebanyak-banyaknya, siang dan malam, serta senantiasa berusaha sekuat tenaga untuk mengamalkan isi kadungannya.
2. Kita target sehari 1/4 halaman hafalan baru. Dalam sepekan 2 kali setor. Sebulan target hafalan 1 lembar (2 halaman). Ini merupakan batas target minimal untuk kelas orang-orang yang sibuk. Dimulai dari surah-surah yang belum dihafal sama sekali.

Kegiatan menghafal ini bisa diikuti di pondok pesantren tahfidz al Quran Saubari bening Hati, yang beralamat di jalan Raya Bukit Kencana Jaya no. 7 Kel, Meteseh, Kec. Tembalang Kota Seamrang.

Cukup Alloh saja yang menjadi penyemangat kegiatan ini. Begitu banyak keutamaan-keutamaan yang didapat oleh orang-orang penghafal al Quran. Apa yang dilakukan bila diniatkan untuk ibadah insya Alloh akan terasa nikmat. Meski cita-cita sebagai penghafal al Quran bisa jadi tidak tercapai karena ajal mendahului kita. Insyaa Alloh di sisi Alloh sudah tercatat sebagai seorang hufadz, yang telah berusaha menjaga al Quran dengan memperbanyak bancaannya dan menghafalnya. (jeu)

Senin, 14 Maret 2016

Al Quran menjawab Tantangan Zaman - Ust. A. KASBAN SYARQAWI, LC

TATSQIF TV : Al Quran menjawab Tantangan Zaman - Ust. A. KASBAN SYARQAWI, LC 

Kajian Tematik ini yang diselenggarakan oleh IKADI bekerja sama dengan Ponpes. Saubari Bening Hati (SBH) Meteseh.
Kajian ini diselenggarakan pada hari Ahad, 14 Januari 2016 dengan tema : 'Al quran menjawab Tantangan Zaman ' dengan pembicara Ust. A. KASBAN SYARQAWI, LC, selaku Mudir IHSANUL FIKRI MAGELANG, sekaligus juga alumni Universitas AL Azhar Kairo Mesir.
Silakan disimak, semoga bermanfaat.


Video rekaman Kajian Bening Hati dengan Ustadz DR. Mu'inudinillah Basri, MA

Video rekaman Kajian Bening Hati dengan Ustadz DR. Mu'inudinillah Basri, MA
Di Masjid Ash Shaubari Ponpes Tahfidz Saubari Bening Hati, Meteseh, Tembalang
Kajian ini diadakan dalam rangka kajian rutin tiap pekan kedua setiap bulan. Kajian ini terlaksana atas kerjasama antara Pondok pesantren tahfidz Saubari Bening Hati dengan IKADI (Ikatan Da'i Indonesia)
Kegiatan ini diselenggarakan untuk memberikan pencerahan dan pemahaman yang benar kepada umat tentang al Islam.


Biografi Singkat Ustadz DR. Mu'inudinillah Basri, MA

Mu’inudinillah Basri lahir di Surakarta pada 15 Juni 1966. Ayahnya, Mohammad Basri, adalah seorang dai. Ketika Mui’in duduk di bangku kelas satu tsanawiyah, ayahnya meninggal dunia.
Ia adalah keturunan KH. Imam Rozi, pendiri pesantren Singo Manjat, Tempursari, Klaten. Kiai Imam Rozi adalah putra Kiai Maryani bin Kiai Ageng Kenongo. Saat mencapai usia 24 tahun, Imam Rozi bergabung dengan Pangeran Diponegoro menentang penjajah Belanda, bersama Kiai Mojo dan para pejuang lainnya. Bahkan, dia akhirnya menikah dengan RA Sumirah, saudara sepersusuan Pangeran Diponegoro. Ia diangkat sebagai manggala yudha atau panglima perang dan sebagai penghubung antara Pangeran Diponegoro dan Paku Buwono VI Surakarta. Kyai Rozi memiliki 4 orang istri. Dari jalur ulama inilah silsilah Ustadz Mu’in terhubung sebagai salah satu keturunannya.
“Saudara saya ada 8 orang. Dengan meninggalnya ayah, saya harus membantu ibu mengasuh adik-adik,” kenangnya. Salah satu adiknya adalah DR Setiawan Budi Utomo yang juga ahli dalam bidang syariah.
Mu’in menghabiskan masa sekolahnya, dari SD sampai SLTA, di Surakarta. Lulus sekolah Pendidikan Guru Agama Negeri Solo, Mu’in ingin sekali melanjutkan kuliah. Namun, ia terbentur biaya. Niat itu pun ia tahan.
Dalam kondisi seperti itu, ia mendapat informasi bahwa di Jakarta ada universitas yang gratis dan memberikan beasiswa, yaitu LIPIA. Akhirnya, ia mendaftar dan diterima.

Awalnya, Mu’in diterima di kelas sore. Kelas ini tidak mendapat beasiswa. Karena merasa tidak punya uang, Mu’in terpacu untuk berusaha keras agar bisa masuk kelas pagi. Akhirnya, dengan usaha keras dan doa, ia pun diterima di kelas pagi.
Usahanya untuk belajar sungguh-sungguh tak berhenti sampai di sini. Apalagi ia merasa ilmu agamanya pas-pasan dan banyak tertinggal dengan mahasiswa lain yang telah lebih dulu masuk kelas pagi.
“Setiap kali kuliah saya selalu bertanya, sehingga teman-teman merasa terganggu,” kenangnya.
Usahanya itu tidak sia-sia. Sejak semester pertama sampai akhir, Mu’in selalu mendapat rangking pertama.
Lulus dari LIPIA tahun 1996, ia sempat mengajar di ma’had Al-Hikmah di Jakarta. Tak lama mengajar, ada informasi dari pihak kampus bahwa alumni LIPIA yang mendapat rangking 1 sampai 5 mendapat kesempatan melanjutkan studi S2 ke King Ibnu Saud, Arab Saudi. Sayangnya, sewaktu hendak berangkat, meletus perang Irak-Kuwait. Pemberangkatan pun tertunda.
Setahun kemudian, ia bersama keempat kawannya berangkat dengan beasiswa penuh dari pemerintah Saudi. Studi S2 ini rampung tahun 2002. Setelah itu ayah tujuh putra ini melanjutkan S3 tanpa tes di universitas yang sama.
“Kalau boleh saya lebih senang kuliah terus di Saudi,” seloroh Mu’in. Mengapa? “Karena kuliah di sana digaji, he he he,” guraunya.
Selama di sana, Mu’in banyak belajar dari para masyayik bagaimana membangun tradisi keilmuan. “Para masyayik di Saudi santun-santun dan bijaksana dalam menyikapi perbedaan yang sifatnya furuiyah,” katanya.

Kaum Muslim di Indonesia seharusnya banyak belajar kepada mereka dalam menyikapi perbedaan. “Kalau belum dewasa jangan mencari perbedaan,” terangnya.
Menurut Mu’in, jika dakwah Islam ingin berkembang, hendaknya mengikuti cara berdakwah Rasulullah SAW. “Kita mengajak orang kepada sunnah dengan sunnah,” jelasnya. Artinya, seorang dai harus mengetahui persis kondisi sasaran dakwahnya.
Jika sasarannya orang-orang awam, jangan lantas diberi materi yang berat. Cara berdakwah pun harus santun dan tidak menyesat-nyesatkan mereka,
Berbeda jika menghadapi orang yang memang sengaja mencari-cari sensasi atau membikin onar, maka mereka harus ditegasi. “Contohnya Umar, dia tegas terahadp Shabir yang selalu bertanya dan sengaja membingungkan masyarakat,” kata Mu’in.
Ada buku bagus yang perlu dibaca oleh para dai yang ditulis oleh Syaikh Ruhali dari Madinah. Isi buku itu menasehati para dai agar mengajak masyarakat kepada sunnah dengan cara-cara yang dicontohkan Rasulullah SAW.
Berdasar pertimbangan dalam buku itulah kemudian Mu’in bersama beberapa dai membuat forum yang mereka namakan Fujamas. Dalam forum ini berbagai golongan, partai, ormas Islam, bisa berkumpul bersama-sama memikirkan dakwah Islam.

Pengasuh pesantren Ibnu Abbas Klaten Jawa Tengah ini sengaja memilih forum ini untuk mewujudkan peran strategis masjid sebagai basis dakwah, pembinaan, dan konsolidasi umat. Lewat forum ini diharapkan upaya-upaya perusakan iman dan akidah bisa diantisipasi.
“Tujuan saya mendirikan forum ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan politik. Saya bukan orang politik,” tegasnya. Apalagi jika dikait-kaitkan dengan keinginan menjadi anggota dewan.
Menurut Mu’in sangat naif jika forum ini disebut-sebut berbau politis. “Forum ini adalah ajang ukhuwah islamiyah di antara berbagai komponen umat islam, tanpa adanya embel-embel kepentingan yang sempit,” tegasnya lagi. baca lengkapnya di link di bawah ini. Jazakallah.


Sumber : website PPTQ Ibnu Abbas & Hidayatullah

Persiapan kajian Dengan Ustadz Mu'in


Segala puji bagi Alloh Swt, yang telah memudahkan persiapan yang telah dilakukan para panitia. Pada hari Ahad, 13 Maret 2016 kemarin, panitia tatsqif menghadirkan seorang ustadz yang sudah tidak asing lagi ditengah-tengah kita. Beliau adalah DR. Mu'inudinillah Basri, MA, mudir salah satu pondok tahfidz Quran di Klaten, yaitu Ponpes PPTQ Ibnu Abbas Klaten.

Persiapan kami lakukan dengan memasifkan publikasi dan persiapan tempat. Publikasi kami sebar sekitar 50 surat pemberitahuan ke takmir-takmir masjid se-kecamatan Tembalang dan sekaligus untuk menempel pamflet yang telah panitia cetak. Untuk tempat kami laukan di masjid Ash Shaubari ponpes Saubari Bening Hati Meteseh Tembalang Semarang, yang beralamat lengkap di Jl. Bukit Kencana Jaya No. 07.

Seluruh panitia berdoa semoga kajian umum berjalan dengan baik dan lancar